Tingkatkan Kenyamanan Peziarah, Ranting NU Desa Arjowilangun Salurkan 80 Kursi di Empat Pemakaman Umum
ARJOWILANGUN – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, menunjukkan kepedulian nyata terhadap fasilitas fasilitas sosial keagamaan di wilayahnya. Mulai Kamis, 25 Juni 2026, Ranting NU Arjowilangun secara resmi melaksanakan kegiatan penyaluran fasilitas kursi duduk yang diperuntukkan bagi para peziarah di sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Ketua Ranting NU Desa Arjowilangun, Mujib Saiful Hamdani, menyampaikan bahwa pengadaan fasilitas ini merupakan realisasi dari program kerja resmi yang telah direncanakan oleh jajaran pengurus Ranting NU Desa Arjowilangun. Total terdapat 80 unit kursi duduk yang didistribusikan ke empat titik pemakaman umum di wilayah desa.
Rincian Penyaluran Kursi di Empat Lokasi Makam
Untuk memastikan asas manfaat yang merata, pengurus Ranting NU Arjowilangun membagi penyaluran 80 kursi tersebut berdasarkan kebutuhan di masing-masing area pemakaman dengan rincian sebagai berikut:
-
Makam Pangganglele: 25 kursi
-
Makam Barisan: 25 kursi
-
Makam Lodalem: 15 kursi
-
Makam Lotekol: 15 kursi
Dianggarkan dari Dana Koin NU
Mujib Saiful Hamdani menjelaskan bahwa latar belakang utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kenyamanan warga saat melakukan ziarah kubur, khususnya bagi para lansia atau peziarah yang membutuhkan tempat duduk saat berada di area pemakaman.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa seluruh sumber pendanaan untuk pembuatan 80 kursi duduk ini murni berasal dari optimalisasi program Koin NU (Kotak Infaq Nahdlatul Ulama) yang dihimpun secara swadaya dari warga Nahdliyin di Desa Arjowilangun.
"Kami berharap fasilitas kursi untuk peziarah makam ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat luas. Kami juga mengimbau kepada seluruh warga untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas ini. Selesai menggunakan, mohon kursi dikembalikan lagi ke tempat semula atau tempat yang telah disediakan agar tetap rapi dan tahan lama," ujar Mujib Saiful Hamdani.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin