Berita Desa

Atasi Penularan TBC, 201 Warga Arjowilangun Ikuti Skrining Rontgen Dada Gratis di Balai Desa

ARJOWILANGUN – Upaya penanggulangan penyakit Menular Tuberkulosis (TBC) di wilayah Kabupaten Malang terus digencarkan. Pemerintah Desa Arjowilangun bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dan UPT Puskesmas Kalipare menggelar kegiatan skrining massal TBC menggunakan fasilitas rontgen dada (chest X-Ray) gratis bagi masyarakat, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Arjowilangun sejak pukul 08.00 WIB ini mendapat antusiasme tinggi dari warga setempat. Dari target awal sebanyak 200 orang, petugas medis berhasil melayani hingga 201 warga yang hadir untuk memeriksakan kondisi paru-paru mereka.

Penetapan Desa Arjowilangun sebagai lokasi intervensi khusus ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data catatan medis UPT Puskesmas Kalipare, saat ini terdeteksi sebanyak 10 kasus aktif penderita TBC di wilayah Desa Arjowilangun. Hal ini mendorong perlunya langkah deteksi dini secara masif guna memutus rantai penularan di tengah pemukiman warga.

Inisiatif pemeriksaan gratis ini terlaksana atas kolaborasi lintas sektor. Program diprakarsai oleh Yayasan Stop TB Partnership Indonesia (STPI) dengan dukungan pendanaan hibah internasional dari The Global Fund (dana kemanusiaan global berbasis di Amerika Serikat untuk penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria). Di tingkat lapangan, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang bekerjasama erat dengan tim medis Puskesmas Kalipare serta menggerakkan peran aktif Kader TB dan Kader Kesehatan Desa Arjowilangun dalam mengarahkan warga.

Selain fokus pada pemeriksaan rontgen dada dan uji laboratorium untuk melacak TBC, agenda ini disinergikan secara bersamaan dengan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dari Puskesmas Kalipare. Sinergi ini memungkinkan warga, terutama kelompok lansia dan penderita penyakit menahun seperti diabetes atau hipertensi, untuk mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara menyeluruh.

Melalui rangkaian deteksi dini ini, warga yang teridentifikasi mengarah pada infeksi TBC dapat segera dirujuk dan mendapatkan pendampingan pengobatan secara tuntas, sekaligus mewujudkan lingkungan desa yang lebih sehat dan bebas TBC.

Beri Komentar